Meninggalkan komentar

PROFIL SMPN 137 JAKARTA

kepsek2
MOTTO
Student now, leader  tomorrow
Visi SMP Negeri 137 Jakarta
MENJADIKAN LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL  BERKUALITAS DENGAN PENGUASAAN IPTEK DAN  PENGAMALAN IMTAQ
MISI SEKOLAH
  • MENUMBUHKAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN NILAI-NILAI AGAMA DALAM BERKEHIDUPAN DISEKOLAH DAN DIMASYARAKAT.
  • MELAKSANAKAN(MELAKUKAN) KEGIATAN KEAGAMAAN SECARA RUTIN DAN TERATUR
  • MELAKSANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN BIMBINGAN SECARA INTENSIF, SEHINGGA TERJADI PENINGKATAN NILAI UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH SETIAP TAHUNNYA
  • MELAKUKAN PEMBINAAN, PELATIHAN SERTA BIMBINGAN DAN LAYANAN DENGAN PENDEKATAN SAPAAN, PENGHARGAAN,  DAN SANKSI
  • MELAKSANAKAN KEGIATAN EKSTRA KURIKULER YANG EFEKTIF,  EFESIEN DAN TERATUR.
  • MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG ASRI, INDAH, HIJAU DAN NYAMAN BERWAWASAN WIYATAMANDALA.
  • MENJARING SISWA BERPOTENSI AGAR BERPRESTASI DALAM APRESIASI SENI
Meninggalkan komentar

Rumi dan Botol Minumannya

Suatu malam, Maulana Jalaluddin Rumi mengundang Syams Tabrizi ke rumahnya. Sang Mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Maulana. Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi;
“Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?”. (yang dimaksud : arak / khamr)
Maulana kaget mendengarnya, “memangnya anda juga minum?’.
“Iya”, jawab Syams.
Maulana masih terkejut,”maaf, saya tidak mengetahui hal ini”.
“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah”.
“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”.
“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya”.
“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang”.
“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman”.
“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman?”.
“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan.
Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur”.
Karena kecintaan pada Syams, akhirnya Maulana memakai jubahnya, menyembunyikan
botol di balik jubah itu dan berjalan ke arah pemukiman kaum Nasrani.Sampai sebelum
ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya,
namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum Nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya
menguntitnya dari belakang.
Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat mengisikan botol minuman
kemudian ia sembunyikan lagi di balik jubah lalu keluar.Setelah itu ia diikuti terus oleh
orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Maulana di depan
masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.Tiba-tiba salah seorang yang
mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin yang setiap hari
jadi imam shalat kalian baru saja pergi ke perkampungan Nasrani dan membeli minuman!!!”.Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Maulana. Khalayak melihat botol

yang dipegang Maulana. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya

ini membeli arak dan akan dibawa pulang!!!”, orang itu menambahi siarannya.

Orang-orang bergantian meludahi muka Maulana dan memukulinya hingga serban yang
ada di kepalanya lengser ke leher.Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan
pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan
Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya. Mereka tidak kasihan lagi untuk terus
menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.
Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi; “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian
telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa
yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan. Seseorang dari mereka masih
mengelak;“Ini bukan cuka, ini arak”. Syams mengambil botol dan membuka tutupnya.
Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya. Mereka terkejut
karena yang ada di botol itu memang cuka. Mereka memukuli kepala mereka sendiri dan
bersimpuh di kaki Maulana. Mereka berdesakan untuk meminta maaf dan menciumi tangan
Maulana hingga pelan-pelan mereka pergi satu demi satu.
Rumi berkata pada Syams, “Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar
sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri. Apa maksud semua ini?”.
“Agar kau mengerti bahwa wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata.
Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi?
Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua
penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir
saja membunuhmu. Inilah kebanggaan yang selama ini kau perjuangkan dan akhirnya
lenyap dalam sesaat.Maka bersandarlah pada yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan
tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.
Meninggalkan komentar

Jadwal UAS Semester Genap TP.2014/2015

Slide1

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.